k a s y k u l
Coretan-coretan ringan tentang rasa cita dan pemikiran [ anggap saja tak ada ! ]
21 September 2009
الطير
إن ترى أخطائي كعدد الطير
فامح عنها و ارحم الفقير
و اقول لك قبل الغير
كل عام و انتم بخير
مع تحيات من اسلام آباد ...
إن ترى أخطائي كعدد الطير
فامح عنها و ارحم الفقير
و اقول لك قبل الغير
كل عام و انتم بخير
مع تحيات من اسلام آباد ...
08 September 2009
QILLA SAIFULLAH DAN JAFFER EXPRESS
(Bangun, dan bangunlah, wahai ummat !!!)
Jam berdetak menuju angka 12 siang. Suara gesekan roda kereta Jaffer Express dengan rel membahana, merusak telinga. Panas bukan kepalang. Baru saja kami melewati titik terpanas di Pakistan, Sibi di wilayah Sind. Kata jamaah dakwah yang pernah bergerak disitu, wilayah tersebut belum tersentuh listrik, airpun susah, dan masjid2 nya juga terbuat dari tanah liat, 3 x 4 atau lebih sedikit. Dan disitulah jamaah beraktifitas. Tak ada lagi yang bisa diharap dari situ selain hidayah dan nushrah dari Allah.
**
Beberapa hari yang lalu, sebelum kami tiba di markaz dakwah Quetta, kami berada di lembah Qilla Saifullah, dekat perbatasan Afghanistan selama 25 hari. Kebun apel, air tawar, masjid tanah dan nyamuk yang cantik mengiringi aktifitas harian kami. Penduduk sini sangat sederhana, orang Posyto, tinggal di kampung2 kecil (basti) yang di setiap kampung terdiri dari 4-5 rumah dari tanah liat. Setiap rumah dikelilingi tembok tanah, memanjang dan dihuni sekitar 8-10 anggota keluarga. Setiap basti dengan basti yang lain dipisah jarak oleh kebun2 apel, delima, tomat atau padang ilalang. Setiap basti ada satu masjid yang sederhana yang terbuat dari tanah juga. Tapi biasanya hanya dihadiri oleh seorang imam dengan dua orang makmum atau bahkan kosong. Hampir semua keadaan masjid seperti itu. Pernah kami datangi seorang imam yang juga moulwi ( sebutan untuk seorang ulama di tanah hindustan) di sebuah masjid, kami ajak fikir untuk hidupkan lagi suasana agama di kampung itu, dengan menghidupkan amalan masjid, pentingnya dakwah mengajak orang2 kembali kepada seruan Allah. Moulwi itu menjawab, 'Kebun apel dan tambang kormet telah memikat hati penduduk sini, amalan agama, masjid dan syiar Islam lainnya tidak lagi ada tempat di hati mereka, kecuali sebagian kecil. Hanya sesekali saja meraka mau datang ke masjid untuk sholat, wa maa alaina illal balagh.. Saya berkali2 ajak mereka tapi lingkungan tak mendukung,' ujarnya.
Lagi-lagi masalah yakin. 1400 an tahun yang lalu umat ini pernah jaya dan berwibawa. Kaisar Romawi dan Qisra Persia pernah takluk dibawah kaki umat Islam. Bukan karena kekuatan ekonomi, kekuatan pasukan, atau ilmu pengetahuan tekhnologi. Tapi karena kekuatan iman dan yakin mereka kepada Allah, melebihi yakinnya pada makhluk. Yakinnya pada amal agama melebihi yakinnya terhadap harta. Yakinnya akan kehidupan akhirat melebihi yakinnya terhadap kehidupan dunia yang sementara. Mereka tahu maksud hidup mereka, melebihi pengetahuannya tentang laba rugi usaha dunia mereka.
Hari2 terakhir di situ kami bertemu dengan Moulwi Amir. Seorang dai yang pernah pergi dakwah ke Tanzania, juga kepala madrasah. Ia bercerita bahwa ia sangat prihatin melihat realita yang terjadi di kampung dia dan realita umat islam secara keseluruhan. Bagaimana umat ini bisa bangkit, jika cintanya pada keduniaan melebihi segalanya, sehingga mengalahkan perintah2 Allah yang telah dibebankan kepadanya. 'Dibalik ikut hukum2 Allah itu ada kebahagiaan. Itu adalah iman terhadap yang ghaib,' lanjut dia. Selepas itu kami diajak untuk bersilaturrahim ke ulama2 yang ada disitu untuk berbagi fikir dan mengajak mereka untuk luangkan waktu berdakwah fi sabilillah.
Semua kembali ke masalah yakin. Jika seseorang yakin bahwa dengan harta ia mendapatkan kebahagiaan, tentu ia akan korbankan segalanya untuk mendapatkannya, bahkan dengan segala cara. Padahal letak kebahagiaan bukan disitu. Dan tugas kita sebagai umat Nabi akhir zaman adalah bagaimana meyakinkan pada seluruh manusia bahwa, letak kebahagiaan, kemuliaan kita di dunia dan akhirat hanyalah dalam menunaikan amalan perintah agama secara sempurna, bukan pada harta, pangkat kedudukan. Allah swt bisa saja berikan kebahagiaan pada orang yang papa, sebagaimana Allah janjikan kehidupan yang sempit bagi yang berpaling baginya.
**
Kereta Jaffer Express masih melaju menuju stasiun akhir Rawalpindi. Tiga jam lagi mungkin sampai di stasiun Raiwind. Mungkin kami akan turun disitu bersama barang, bersama penumpang yang lain. Tapi tidak dengan waktu, ia akan terus melaju, bersama desingan kereta Jaffer, menuju Rawalpandi, kemudian menembus, sendiri, menuju dunia tanpa lekang...
(Bangun, dan bangunlah, wahai ummat !!!)
Jam berdetak menuju angka 12 siang. Suara gesekan roda kereta Jaffer Express dengan rel membahana, merusak telinga. Panas bukan kepalang. Baru saja kami melewati titik terpanas di Pakistan, Sibi di wilayah Sind. Kata jamaah dakwah yang pernah bergerak disitu, wilayah tersebut belum tersentuh listrik, airpun susah, dan masjid2 nya juga terbuat dari tanah liat, 3 x 4 atau lebih sedikit. Dan disitulah jamaah beraktifitas. Tak ada lagi yang bisa diharap dari situ selain hidayah dan nushrah dari Allah.
**
Beberapa hari yang lalu, sebelum kami tiba di markaz dakwah Quetta, kami berada di lembah Qilla Saifullah, dekat perbatasan Afghanistan selama 25 hari. Kebun apel, air tawar, masjid tanah dan nyamuk yang cantik mengiringi aktifitas harian kami. Penduduk sini sangat sederhana, orang Posyto, tinggal di kampung2 kecil (basti) yang di setiap kampung terdiri dari 4-5 rumah dari tanah liat. Setiap rumah dikelilingi tembok tanah, memanjang dan dihuni sekitar 8-10 anggota keluarga. Setiap basti dengan basti yang lain dipisah jarak oleh kebun2 apel, delima, tomat atau padang ilalang. Setiap basti ada satu masjid yang sederhana yang terbuat dari tanah juga. Tapi biasanya hanya dihadiri oleh seorang imam dengan dua orang makmum atau bahkan kosong. Hampir semua keadaan masjid seperti itu. Pernah kami datangi seorang imam yang juga moulwi ( sebutan untuk seorang ulama di tanah hindustan) di sebuah masjid, kami ajak fikir untuk hidupkan lagi suasana agama di kampung itu, dengan menghidupkan amalan masjid, pentingnya dakwah mengajak orang2 kembali kepada seruan Allah. Moulwi itu menjawab, 'Kebun apel dan tambang kormet telah memikat hati penduduk sini, amalan agama, masjid dan syiar Islam lainnya tidak lagi ada tempat di hati mereka, kecuali sebagian kecil. Hanya sesekali saja meraka mau datang ke masjid untuk sholat, wa maa alaina illal balagh.. Saya berkali2 ajak mereka tapi lingkungan tak mendukung,' ujarnya.
Lagi-lagi masalah yakin. 1400 an tahun yang lalu umat ini pernah jaya dan berwibawa. Kaisar Romawi dan Qisra Persia pernah takluk dibawah kaki umat Islam. Bukan karena kekuatan ekonomi, kekuatan pasukan, atau ilmu pengetahuan tekhnologi. Tapi karena kekuatan iman dan yakin mereka kepada Allah, melebihi yakinnya pada makhluk. Yakinnya pada amal agama melebihi yakinnya terhadap harta. Yakinnya akan kehidupan akhirat melebihi yakinnya terhadap kehidupan dunia yang sementara. Mereka tahu maksud hidup mereka, melebihi pengetahuannya tentang laba rugi usaha dunia mereka.
Hari2 terakhir di situ kami bertemu dengan Moulwi Amir. Seorang dai yang pernah pergi dakwah ke Tanzania, juga kepala madrasah. Ia bercerita bahwa ia sangat prihatin melihat realita yang terjadi di kampung dia dan realita umat islam secara keseluruhan. Bagaimana umat ini bisa bangkit, jika cintanya pada keduniaan melebihi segalanya, sehingga mengalahkan perintah2 Allah yang telah dibebankan kepadanya. 'Dibalik ikut hukum2 Allah itu ada kebahagiaan. Itu adalah iman terhadap yang ghaib,' lanjut dia. Selepas itu kami diajak untuk bersilaturrahim ke ulama2 yang ada disitu untuk berbagi fikir dan mengajak mereka untuk luangkan waktu berdakwah fi sabilillah.
Semua kembali ke masalah yakin. Jika seseorang yakin bahwa dengan harta ia mendapatkan kebahagiaan, tentu ia akan korbankan segalanya untuk mendapatkannya, bahkan dengan segala cara. Padahal letak kebahagiaan bukan disitu. Dan tugas kita sebagai umat Nabi akhir zaman adalah bagaimana meyakinkan pada seluruh manusia bahwa, letak kebahagiaan, kemuliaan kita di dunia dan akhirat hanyalah dalam menunaikan amalan perintah agama secara sempurna, bukan pada harta, pangkat kedudukan. Allah swt bisa saja berikan kebahagiaan pada orang yang papa, sebagaimana Allah janjikan kehidupan yang sempit bagi yang berpaling baginya.
**
Kereta Jaffer Express masih melaju menuju stasiun akhir Rawalpindi. Tiga jam lagi mungkin sampai di stasiun Raiwind. Mungkin kami akan turun disitu bersama barang, bersama penumpang yang lain. Tapi tidak dengan waktu, ia akan terus melaju, bersama desingan kereta Jaffer, menuju Rawalpandi, kemudian menembus, sendiri, menuju dunia tanpa lekang...
10 April 2009
22 January 2009
(Tasykil Naamah bag.4)
SURAT DARI LAHORE
Assalamu alaikum.
Semoga kita senantiasa berada dalam riayahnya Allah swt. Apa makna sehat, kaya jika Allah tak bersama kita, dan betapa berharganya sakit, fakir kita jika Allah sudah jadi penanggung kita.
Allah lahirkan kita di muka bumi ini untuk sebuah maksud. Illa liya'budun ay liya'rifun. Ma'rifat pada Allah.
Orang yang sudah benar-benar mengenal Allah, ia akan senantiasa berta'alluq pada Allah saja. Ia akan senantiasa mencari2 tahu apa yang diinginkan Allah dari dirinya, di setiap waktu, setiap keadaan, untuk ia kerjakan.
Barangsiapa yang menjadi milik Allah maka Allah akan jadi miliknya, sabda Nabi.
Seorang anak jika terlahir ia akan diperdengarkan la ilaha illallah lewat azan di telinga kanan dan iqamat di telinga kiri.
Jika sudah bisa bicara, kalimat pertama yang diajarkan pun la ilaha illallah.
Dan seseorang yang akhir kalimat yang diucapkan ketika naza' la ilaha illallah ia dijamin masuk surga.
Sejak awal hingga akhir periode kehidupan, isikan la ilaha illallah.
La ilaha illallah bukan sekedar ucapan, tapi diperlukan hakikat.
Dengan menafikan makhluk, dan mengitsbatkan Sang Khalik saja dalam kehidupan.
Bahwa Allah yang berkuasa mutlak dan tak dapat berikan manfaat atau bahaya tanpa izin Allah.
Allah maha penyembuh. Obat tak mampu beri kesembuhan meski diracik oleh para ahli seluruh dunia kecuali dengan ijin Allah. Sedangkan Allah untuk berikan kesembuhan tak memerlukan bantuan obat sama sekali.
Allah.. Allah.. Allah..
KepadaMu saja kami meminta, kepadaMu saja kami mohon bantuan.
Rasul saw ajarkan perkara iman yakin seperti ini kepada para sahabatnya.
Kepada ibnu abbas; Wahai pemuda, aku ajari engkau beberapa kalimat. Jagalah Allah niscaya Allah jaga kamu. Jagalah Allah niscaya kau dapatkan Allah senantiasa di hadapmu. Jika minta mintalah pada Allah. Jika mohon bantuan mohonlah pada Allah.
Rasul saw juga inginkan agar yakin itu juga ada pada diri setiap person dari umatnya.
Para sahabat dapatkan ridha Allah asbab yakin mereka yang murni dan loyalnya pada rasul. Iman mereka sempurna asbab hawa (keinginan) mereka telah menjadi satu dengan keinginan rasul. Fikir mereka, usaha mereka siang malam untuk wujudkan apa yang dicita2kan rasul.
Ketika peristiwa Badr Shugra, Rasulullah saw mentarghib para sahabatnya untuk maju perang dan beliau bersabda; aku akan maju perangi mereka, meskipun sendirian. Karena Rasul saw yakin bahwa nusratullah pasti bersama orang yang meninggikan kalimat Allah.
Allah utus rasul untuk seluruh alam. Tapi risalah islam belum lagi tersebar ke seluruh alam saat beliau meninggal. Para sahabat dengan yakin sempurna dan loyalnya pada nabi teruskan perjuangan. Korbankan jiwa mereka sendiri, harta mereka sendiri, untuk Allah dan rasulNya. Mereka pun berhak atas ridha Allah dan nusratNya.
Hari ini, tugas ini ada di pundak kita. Apalagi selepas umat islam sendiri lupa akan identitas mereka, lupa akan maksud hidup mereka, dan tak tahu lagi apa yang mereka tuju dan kemana mereka akan menuju.
Inilah tugas kita, hidupkan agama dalam kehidupan kita, dan sadarkan umat tentang pentingnya agama. Semoga ridha Allah bersama kita dan yakin bahwa nusratullah bersama kita jika kita emban perjuangan nabi saw..
Wassalam..
SURAT DARI LAHORE
Assalamu alaikum.
Semoga kita senantiasa berada dalam riayahnya Allah swt. Apa makna sehat, kaya jika Allah tak bersama kita, dan betapa berharganya sakit, fakir kita jika Allah sudah jadi penanggung kita.
Allah lahirkan kita di muka bumi ini untuk sebuah maksud. Illa liya'budun ay liya'rifun. Ma'rifat pada Allah.
Orang yang sudah benar-benar mengenal Allah, ia akan senantiasa berta'alluq pada Allah saja. Ia akan senantiasa mencari2 tahu apa yang diinginkan Allah dari dirinya, di setiap waktu, setiap keadaan, untuk ia kerjakan.
Barangsiapa yang menjadi milik Allah maka Allah akan jadi miliknya, sabda Nabi.
Seorang anak jika terlahir ia akan diperdengarkan la ilaha illallah lewat azan di telinga kanan dan iqamat di telinga kiri.
Jika sudah bisa bicara, kalimat pertama yang diajarkan pun la ilaha illallah.
Dan seseorang yang akhir kalimat yang diucapkan ketika naza' la ilaha illallah ia dijamin masuk surga.
Sejak awal hingga akhir periode kehidupan, isikan la ilaha illallah.
La ilaha illallah bukan sekedar ucapan, tapi diperlukan hakikat.
Dengan menafikan makhluk, dan mengitsbatkan Sang Khalik saja dalam kehidupan.
Bahwa Allah yang berkuasa mutlak dan tak dapat berikan manfaat atau bahaya tanpa izin Allah.
Allah maha penyembuh. Obat tak mampu beri kesembuhan meski diracik oleh para ahli seluruh dunia kecuali dengan ijin Allah. Sedangkan Allah untuk berikan kesembuhan tak memerlukan bantuan obat sama sekali.
Allah.. Allah.. Allah..
KepadaMu saja kami meminta, kepadaMu saja kami mohon bantuan.
Rasul saw ajarkan perkara iman yakin seperti ini kepada para sahabatnya.
Kepada ibnu abbas; Wahai pemuda, aku ajari engkau beberapa kalimat. Jagalah Allah niscaya Allah jaga kamu. Jagalah Allah niscaya kau dapatkan Allah senantiasa di hadapmu. Jika minta mintalah pada Allah. Jika mohon bantuan mohonlah pada Allah.
Rasul saw juga inginkan agar yakin itu juga ada pada diri setiap person dari umatnya.
Para sahabat dapatkan ridha Allah asbab yakin mereka yang murni dan loyalnya pada rasul. Iman mereka sempurna asbab hawa (keinginan) mereka telah menjadi satu dengan keinginan rasul. Fikir mereka, usaha mereka siang malam untuk wujudkan apa yang dicita2kan rasul.
Ketika peristiwa Badr Shugra, Rasulullah saw mentarghib para sahabatnya untuk maju perang dan beliau bersabda; aku akan maju perangi mereka, meskipun sendirian. Karena Rasul saw yakin bahwa nusratullah pasti bersama orang yang meninggikan kalimat Allah.
Allah utus rasul untuk seluruh alam. Tapi risalah islam belum lagi tersebar ke seluruh alam saat beliau meninggal. Para sahabat dengan yakin sempurna dan loyalnya pada nabi teruskan perjuangan. Korbankan jiwa mereka sendiri, harta mereka sendiri, untuk Allah dan rasulNya. Mereka pun berhak atas ridha Allah dan nusratNya.
Hari ini, tugas ini ada di pundak kita. Apalagi selepas umat islam sendiri lupa akan identitas mereka, lupa akan maksud hidup mereka, dan tak tahu lagi apa yang mereka tuju dan kemana mereka akan menuju.
Inilah tugas kita, hidupkan agama dalam kehidupan kita, dan sadarkan umat tentang pentingnya agama. Semoga ridha Allah bersama kita dan yakin bahwa nusratullah bersama kita jika kita emban perjuangan nabi saw..
Wassalam..
02 August 2008
APA BEDANYA BESAR DAN KECIL ...
Amal pertama yang akan dihisab oleh Allah nanti adalah perkara shalat. Jika shalatnya baik, seluruh amalnya baik. Jika shalatnya buruk, seluruh amalnya buruk.
Rasulullah jika jika ditimpa suatu masalah, ia langsung bergegas untuk shalat.
Dan akhir hayatnya, ia berwasiat untuk umatnya agar menjaga shalat.
Imam Ahmad bin Hanbal setiap hari shalat 300 rakaat, dan saat terkena fitnah khalqul Quran dan ia diazab, namun ia tetap bisa menjaga 150 rakaat setiap hari.
Rasulullah Saw. bersabda; penyejuk mataku di dalam shalat.
Lain waktu beliau bersabda; Shalat adalah mi'rajnya orang beriman.
Allah turunkan perintah shalat di langitnya Allah swt. dan tanpa perantaraan Jibril. Tak seperti perintah2 yang lain.
Shalat adalah perkara besar. Wa ladzikrullahi akbar. Namun perkara besar ini terkadang menjadi tersudutkan.
Sudah berapa lama kita memper'besar' yang kecil dan memper'kecil' yang besar...
Wa tammim taqshiranaa yaa Rabb..
Sri Petaling - KL
Amal pertama yang akan dihisab oleh Allah nanti adalah perkara shalat. Jika shalatnya baik, seluruh amalnya baik. Jika shalatnya buruk, seluruh amalnya buruk.
Rasulullah jika jika ditimpa suatu masalah, ia langsung bergegas untuk shalat.
Dan akhir hayatnya, ia berwasiat untuk umatnya agar menjaga shalat.
Imam Ahmad bin Hanbal setiap hari shalat 300 rakaat, dan saat terkena fitnah khalqul Quran dan ia diazab, namun ia tetap bisa menjaga 150 rakaat setiap hari.
Rasulullah Saw. bersabda; penyejuk mataku di dalam shalat.
Lain waktu beliau bersabda; Shalat adalah mi'rajnya orang beriman.
Allah turunkan perintah shalat di langitnya Allah swt. dan tanpa perantaraan Jibril. Tak seperti perintah2 yang lain.
Shalat adalah perkara besar. Wa ladzikrullahi akbar. Namun perkara besar ini terkadang menjadi tersudutkan.
Sudah berapa lama kita memper'besar' yang kecil dan memper'kecil' yang besar...
Wa tammim taqshiranaa yaa Rabb..
Sri Petaling - KL
26 July 2008
SAHABATKU SEPERTI BINTANG.... (KATA NABI)
Seyyidpur, salah satu kota yang didatangi oleh Syeikh Seyyid al-Yamani di Jogonatpur wilayah Sunamgonj. Kebanyakan muslim disitu mengaku bahwa mereka keturunan Yaman, meski wajahnya corak Benggali. Cuaca lebih mirip Bogor yang selalu diselimuti hujan, kotanya pun hijau. Banyak kolam2 buatan yang biasa dibuat mandi bersama. Pegunungan Himalaya pun samar2 nampak disini.
Kami berziarah ke madrasah2 di wilayah itu. Tanah Hindustan memang banyak dihiasi madrasa2 yang mengkaji Sihhah Sittah (daurah hadits) yang sudah mulai banyak ditinggalkan universitas2 Islam di Arab maupun selain arab. Dan terlihat santri maupun alumni madrasa (biasa disebut dengan maulana), mereka terbiasa dengan mengamalkan amalan sunnah, dari tingkah laku, cara makan, pakaian, hatta dari segi gaya rambut pun mereka ikut gaya Rasul yang dirujuk dari kitab2 hadits semacam Syamail Tirmidzi, dsb. Hal ini juga yang sudah mulai ditinggalkan oleh universitas2 Islam di dunia yang mulai ikut gaya barat. Tsawabit wal Mutaghayyirat kah ? Allahu A'la wa A'lam.
Memang, perlu lagi untuk menengok kehidupan Rasul SAW dan para sahabat. Saat ini madrasa, universitas Islam, masjid , bahkan jumlah muslim pun jauh lebih banyak ketimbang masa Rasul Sahabat. Secara ekonomi pun saat ini umat Islam lebih mapan dibanding era Rasul & sahabat. Rasul terkadang 3 hari tak dapat makanan di rumahnya. Abu Hurairah pernah terjatuh karena kelaparan hingga dianggap sudah gila. Tapi realita, justru dibalik segala kwantitas dan kemajuan teknologi, ekonomi saat ini, umat Islam malah terpuruk. Lalu apa masalahnya?
Fas'aluu ahladz dzikri in kumtum la ta'lamuun....
Seyyidpur, salah satu kota yang didatangi oleh Syeikh Seyyid al-Yamani di Jogonatpur wilayah Sunamgonj. Kebanyakan muslim disitu mengaku bahwa mereka keturunan Yaman, meski wajahnya corak Benggali. Cuaca lebih mirip Bogor yang selalu diselimuti hujan, kotanya pun hijau. Banyak kolam2 buatan yang biasa dibuat mandi bersama. Pegunungan Himalaya pun samar2 nampak disini.
Kami berziarah ke madrasah2 di wilayah itu. Tanah Hindustan memang banyak dihiasi madrasa2 yang mengkaji Sihhah Sittah (daurah hadits) yang sudah mulai banyak ditinggalkan universitas2 Islam di Arab maupun selain arab. Dan terlihat santri maupun alumni madrasa (biasa disebut dengan maulana), mereka terbiasa dengan mengamalkan amalan sunnah, dari tingkah laku, cara makan, pakaian, hatta dari segi gaya rambut pun mereka ikut gaya Rasul yang dirujuk dari kitab2 hadits semacam Syamail Tirmidzi, dsb. Hal ini juga yang sudah mulai ditinggalkan oleh universitas2 Islam di dunia yang mulai ikut gaya barat. Tsawabit wal Mutaghayyirat kah ? Allahu A'la wa A'lam.
Memang, perlu lagi untuk menengok kehidupan Rasul SAW dan para sahabat. Saat ini madrasa, universitas Islam, masjid , bahkan jumlah muslim pun jauh lebih banyak ketimbang masa Rasul Sahabat. Secara ekonomi pun saat ini umat Islam lebih mapan dibanding era Rasul & sahabat. Rasul terkadang 3 hari tak dapat makanan di rumahnya. Abu Hurairah pernah terjatuh karena kelaparan hingga dianggap sudah gila. Tapi realita, justru dibalik segala kwantitas dan kemajuan teknologi, ekonomi saat ini, umat Islam malah terpuruk. Lalu apa masalahnya?
Fas'aluu ahladz dzikri in kumtum la ta'lamuun....
27 June 2008
JANGAN SALAHKAN AKU JIKA ADA YANG LAIN DI HATIKU KINI
Tak ada yang lebih nikmat dari bisa dekat dengan Allah, menyenangkan Allah, dan bekerja untuk Allah.
Firman Gusti: " Jika kalian mendekatiku dengan berjalan, Aku akan mendekatimu dengan berlari "
Kenapa kita masih cari yang lain ... ?
Tak ada yang lebih nikmat dari bisa dekat dengan Allah, menyenangkan Allah, dan bekerja untuk Allah.
Firman Gusti: " Jika kalian mendekatiku dengan berjalan, Aku akan mendekatimu dengan berlari "
Kenapa kita masih cari yang lain ... ?
27 May 2008
(Tasykil Naamah bag.3)
SURAT DARI DHAKA
Assalamu alaikum..
Saya bertemu dengan Maulana Abdul Qadir (dzimmidaar Madinah), kata beliau pada tahun 1992 pernah singgah di rumah SN (alm.), dan masih ingat nama pak IR dan pak RI. Beliau doa untuk Abuya semoga ditempatkan di Jannah. Dan nasehati saya supaya benar2 manfaatkan waktu selama khuruj.
Ini ada petikan2 bayan yang saya dapat disini..
Seorang mufassir atau muhadits atau islamic scholars lain yang mampu mendefinisikan iman secara detail, belum jaminan ia telah mendapatkan hakekat iman. Sebab iman tidak datang dengan pembelajaran di kelas atau madrasa, tetapi iman akan hadir dengan pengorbanan.
**
Usaha yang paling agung adalah usaha yang diniatkan atas Allah. Seorang muadzin ataupun Imam masjid agung sekalipun jika mereka niatkan usaha mereka sebagai job kepegawaian saja (dunia), maka ia rendah di sisi Allah SWT.
**
Dalam mengusahakan amal agama, istifadah (meminta faidah) hanya kepada Allah saja, bukan kepada makhluk (job, ijazah).
**
Usaha atas iman ada dhahir dan bathin.
Dhahir = menghidupkan amalan2 nabi dari segi lahiriah (ritual hijrah dan nusrah, dll).
Batin = Melakukan usaha dengan ikhlas untuk mengharap ridla Allah saja.
**
Hijrah Nabi dari Makkah ke Madinah itu adalah hijrah dari asbab2. Disitu terdapat ujian bagi kaum muhajirin untuk meninggalkan apa yang mereka miliki dan hanya bergantung (ta'alluq) pada Allah saja.
Begitu juga ujian bagi kaum Anshar untuk bisa bermahabbah dengan kaum muhajir.
**
Orang yang mendapatkan manfaat dari usaha ini adalah orang yang :
1. Melakukan perbaiukan diri (dhahir batin)
2. Ikram kepada orang lain (tidak menganggap dirinya lebih pintar dan pengalaman, dll)
**
Hadits Rasul: Kalian takkan masuk surga kecuali jika beriman, dan takkan beriman kecuali jika saling bermahabbah.
Dengan mahabbah (adaa'i huquuq ibaad) akan timbul iman.
Allah berfirman; Ud'u ila sabili Rabbika bil hikmati wal mauidzatil hasanah.
Hikmah adalah ikram dan mahabbah
Sedang Mauidzah hasanah adalah dakwah.
**
Untuk mewujudkan lingkungan keimanan diperlukan tiga hal:
1. Ta'lim 2. Tathbiq 3. Tabligh.
Dan ini yang wujud pada kehidupan sahabat.
Sedang saat ini umat Islam disibukkan ta'lim saja, atau ta'lim dan tathbiq saja, atau malah tidak sama sekali.
Salam..
SURAT DARI DHAKA
Assalamu alaikum..
Saya bertemu dengan Maulana Abdul Qadir (dzimmidaar Madinah), kata beliau pada tahun 1992 pernah singgah di rumah SN (alm.), dan masih ingat nama pak IR dan pak RI. Beliau doa untuk Abuya semoga ditempatkan di Jannah. Dan nasehati saya supaya benar2 manfaatkan waktu selama khuruj.
Ini ada petikan2 bayan yang saya dapat disini..
Seorang mufassir atau muhadits atau islamic scholars lain yang mampu mendefinisikan iman secara detail, belum jaminan ia telah mendapatkan hakekat iman. Sebab iman tidak datang dengan pembelajaran di kelas atau madrasa, tetapi iman akan hadir dengan pengorbanan.
**
Usaha yang paling agung adalah usaha yang diniatkan atas Allah. Seorang muadzin ataupun Imam masjid agung sekalipun jika mereka niatkan usaha mereka sebagai job kepegawaian saja (dunia), maka ia rendah di sisi Allah SWT.
**
Dalam mengusahakan amal agama, istifadah (meminta faidah) hanya kepada Allah saja, bukan kepada makhluk (job, ijazah).
**
Usaha atas iman ada dhahir dan bathin.
Dhahir = menghidupkan amalan2 nabi dari segi lahiriah (ritual hijrah dan nusrah, dll).
Batin = Melakukan usaha dengan ikhlas untuk mengharap ridla Allah saja.
**
Hijrah Nabi dari Makkah ke Madinah itu adalah hijrah dari asbab2. Disitu terdapat ujian bagi kaum muhajirin untuk meninggalkan apa yang mereka miliki dan hanya bergantung (ta'alluq) pada Allah saja.
Begitu juga ujian bagi kaum Anshar untuk bisa bermahabbah dengan kaum muhajir.
**
Orang yang mendapatkan manfaat dari usaha ini adalah orang yang :
1. Melakukan perbaiukan diri (dhahir batin)
2. Ikram kepada orang lain (tidak menganggap dirinya lebih pintar dan pengalaman, dll)
**
Hadits Rasul: Kalian takkan masuk surga kecuali jika beriman, dan takkan beriman kecuali jika saling bermahabbah.
Dengan mahabbah (adaa'i huquuq ibaad) akan timbul iman.
Allah berfirman; Ud'u ila sabili Rabbika bil hikmati wal mauidzatil hasanah.
Hikmah adalah ikram dan mahabbah
Sedang Mauidzah hasanah adalah dakwah.
**
Untuk mewujudkan lingkungan keimanan diperlukan tiga hal:
1. Ta'lim 2. Tathbiq 3. Tabligh.
Dan ini yang wujud pada kehidupan sahabat.
Sedang saat ini umat Islam disibukkan ta'lim saja, atau ta'lim dan tathbiq saja, atau malah tidak sama sekali.
Salam..
14 March 2008
SEJENAK BERPIKIR
Sudah hampir 2 bulan saya di India, 32 hari diantaranya saya dan rombongan kami habiskan di Bijapur State Karnataka. Kami belajar kembali mengenal Allah dan kehidupan Rasul-Nya, juga belajar berkeliling mengenalkannya pada orang2 yang belum tahu atau lalai.
India tak seperti di film2 Bollywood. Keadaan mayoritas penduduk negeri ini miskin. Betapa khayalan manusia terlalu tinggi terhadap kemewahan dan keglamouran, tetapi tetap saja khayalan orang2 Bollywood hanya terkurung di kotak televisi yang segitu saja. Begitu juga angan2 kita, 2 tahun mendatang, 3 tahun atau 20 tahun mendatang, tetap saja akan terbatasi oleh umur yang hanya 60 atau 70 tahun, atau bahkan besok pagi Wallahu A'lam.
Wahai kawan, aku ajak kalian untuk sedikit maju ke depan, atau bagimu 'mundur ke belakang?'. Aku ajak kalian untuk maju ke masa Rasul dan para sahabat dalam mencontoh bersikap hidup. Bukan pada masa Al-Ma'mun, Ibnu Sina ataupun Ibnu Rusyd meski pada masa itu ilmu pengetahuan sedang pada puncaknya. Bukankah sebaik2 abad adalah masa Rasul dan sahabat? Dan Imam Malik berkata; Umat ini takkan bisa kembali baik kecuali dengan apa yang telah dimulai pendahulunya. Coba pikirkan !
Karnataka - New Delhi.
Sudah hampir 2 bulan saya di India, 32 hari diantaranya saya dan rombongan kami habiskan di Bijapur State Karnataka. Kami belajar kembali mengenal Allah dan kehidupan Rasul-Nya, juga belajar berkeliling mengenalkannya pada orang2 yang belum tahu atau lalai.
India tak seperti di film2 Bollywood. Keadaan mayoritas penduduk negeri ini miskin. Betapa khayalan manusia terlalu tinggi terhadap kemewahan dan keglamouran, tetapi tetap saja khayalan orang2 Bollywood hanya terkurung di kotak televisi yang segitu saja. Begitu juga angan2 kita, 2 tahun mendatang, 3 tahun atau 20 tahun mendatang, tetap saja akan terbatasi oleh umur yang hanya 60 atau 70 tahun, atau bahkan besok pagi Wallahu A'lam.
Wahai kawan, aku ajak kalian untuk sedikit maju ke depan, atau bagimu 'mundur ke belakang?'. Aku ajak kalian untuk maju ke masa Rasul dan para sahabat dalam mencontoh bersikap hidup. Bukan pada masa Al-Ma'mun, Ibnu Sina ataupun Ibnu Rusyd meski pada masa itu ilmu pengetahuan sedang pada puncaknya. Bukankah sebaik2 abad adalah masa Rasul dan sahabat? Dan Imam Malik berkata; Umat ini takkan bisa kembali baik kecuali dengan apa yang telah dimulai pendahulunya. Coba pikirkan !
Karnataka - New Delhi.
12 March 2008
(Tasykil Naamah bag.2)
SURAT DARI NEW DELHI
Assalamu Alaikum..
Saat ini saya sudah di Nizamuddin..
Alhamdulillah, saya belajar banyak dari chilla yang pertama ini, bahwa tujuan kita hidup di dunia ini hanya untuk Allah, dan yang lain sekunder saja. Allah ciptakan kehidupan dan kematian hanyalah untuk menguji manusia, siapa diantara mereka yang paling baik amalnya, siapa diantara mereka yang bisa terus mengingat Allah dalam susah maupun senang.
Allah sudah tunjukkan pada manusia tentang jalan hidayah dan jalan kesesatan, sedang manusia sudah dibekali akal dan hati untuk memikir dan menimbang semua kejadian.
Jika ia pilih jalan hidayah, ia akan sentosa selamanya. Mungkin di dunia sengsara, jika ia mampu bersabar ia akan sentosa di akhirat yang abadi.
Namun, jika ia pilih jalan kesesatan, ia akan sengsara selamanya. Mungkin ia akan sentosa di dunia, tetapi 100 % ia takkan kebagian apa2 di akhirat yang abadi.
Saya selesai Chilla yang pertama di distrik Bijapur State Karnataka, banyak pengalaman jasadi maupun rohani yang dapat saya ambil. Mein Tora2 Urdu Janta Hun, itu pertama. Bahasa Inggris mulai sering praktek setelah dulu jarang digunakan. Mulai bisa menikmati Dzikrullah, menghayati kebesaran Allah, dan banyak yang lain yang saya rasa, 'rasa' itu hanya bisa dipahami bagi yang pernah merasakan (tak bisa dituliskan lewat tulisan). Dan semoga saya bisa beristiqamah dalam keadaan yang seperti ini, serta mengajak para pembaca untuk bisa merasakannya juga nanti.
Saya mendapati aura juhd dakwah di markaz India ini lain dengan yang saya rasakan di Indo (disini saya selalu mengamati apa yang disampaikan para masyayikh pada bayan). Bahwa maksud hidup kita yang sebenarnya adalah (ridla) Allah. Tugas kita hidup di dunia ini adalah untuk ibadah kepada Allah dan senantiasa mengingatinya di setiap masa dan keadaan, dengan mengikuti sunnah baginda Nabi SAW, itu tujuan kita hidup di dunia. Sedang dakwah sendiri adalah rangkaian juhd yang dimana dengan itu kita bisa semakin yakin dengan Allah, juga dengan dakwah berarti kita telah mengenalkan Allah dan Rasulnya pada orang2 yang belum mengenalnya, dimana hanya ridla Allah dan Rasulnya yang kita harapkan. Dakwah bukan untuk dakwah itu sendiri. Tetapi dakwah untuk Allah. Wallahu A'lam. Semoga Allah beri saya kepahaman.
Saya tadi malam apply visa untuk Bangladesh, dan saya akan berangkat kesana melalui darat lagi. Visa pakistan masih susah, saya sudah tanya bagian ticketing tentang info pakistan, dia bilang jika saya ada niat kesana dia sarankan untuk dilupakan saja dulu, daripada buang2 waktu. Jadi bismillah saya ke Bangladesh dulu. Visa India habis tanggal 22 Maret 2008, artinya pada tanggal tersebut kemungkinan besar saya sudah pindah ke Bangladesh.
Ini dulu yang bisa saya sampaikan.
====================
Ini saya tuliskan cuplikan2 bayan masyayikh yang saya dengar dari markaz sini..
Point2 nya saja ..
*
Jalan Hidayah itu perlu pengorbanan.. walladzina Jaahadu finaa.. dst. Orang2 munafik mereka hanya mau enaknya saja dalam beragama. Kalau ditimpa kesenangan mereka bersyukur, tetapi jika ditimpa musibah mereka mengumpat Allah.
*
Tujuan kita khuruj : Sejauh mana akhak Nabi SAW bisa merasuk ke dalam hati kita.
Dan yang kita niatkan dalam khuruj adalah :
1. Ishlah Iman kita sendiri (penting)
2. Mengajak orang lain untuk mengishlah iman mereka.
*
Kita harus paham tentang juhud, bukanlah maksud dari juhud itu untuk
meninggalkan keluarga,
meninggalkan asbab (kerja dunia),
bukan pula agar semua manusia di dunia ini ikut khuruj 40 hari 4 bulan.
Tetapi juhud itu hanya untuk ridla Allah
dan khuruj hanya sebagai ajang latihan.
*
Shalat itu seperti jendela dalam rumah. Ia memasukkan sianar matahari yang menyehatkan dan angin yang segar ke dalam, dan mengeluarkan asap dapur maupun udara kotor keluar.
*
Pentingnya ta'lim rumah, Sebab islamnya umar adalah karena ta'lim rumah.
*
Taqarrub ilallah adalah menggunakan saat2 yang umum manusia itu lalai untuk kita gunakan untuk taat kepada Allah
*
5 Amal Maqami bukanlah keseluruhan agama, tetapi merupakan usaha persiapan agar masyarakat siap untuk menerima agama secara keseluruhan.
*
Kita adalah hamba Allah selama 24 jam. Maka selama 24 jam pula kita taat kepada Allah dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW.
*
Chilla itu sebenarnya bukan 40 hari masa habisnya khuruj, tetapi 40 hari kita berhasil ikut takbiratul ihram bersama imam.
*
Jika amal kita baik, semua keadaan di dunia ini akan baik, begitu juga sebaliknya. Tetapi kita jangan saling menuduh bahwa turunnya musibah di suatu tempat itu karena masyarakatnya banyak maksiat dan kurang amal. Kita instropeksi diri kita masing2.
*
Kita harus siap kerjakan perintah Allah, dan keadaan yang kita adaptasikan. Bukan perintah Allah yang diadaptasikan pada keadaan.
*
Hampir semua keimanan dalam Islam adalah Iman pada yang ghaib, Ex: Allah, Malaikat, Surga Neraka, Qiyamat, etc. Jika tak mempercayainya atau me rasionalisasi kan berarti kita beragama dengan berpedoman pada akal dan khayalan kita sendiri.
*
Di Alam kubur hanya amal kita yang bercakap, bukan ilmu yang kita miliki. Ph.d dalam fak ilmu2 islam pun tak bisa menjamin keselamatannya kelak.
*
Harta, anak, dan semua asbab yang ada di dunia ini hanyalah cobaan bagi kita dan kelak takkan berguna (jika tidak kita gunakan untuk amal akhirat). Sebenarnya hanya amal sajalah yang berguna bagi kita.
*
Sunnah adalah syiar Allah, dan siapa yang mengagungkan syiar Allah berarti ia memiliki tanda ketakwaan.
====================
NB:
Kalau ada kabar apa2 kirim aja lewat email...
Wassalam,
SURAT DARI NEW DELHI
Assalamu Alaikum..
Saat ini saya sudah di Nizamuddin..
Alhamdulillah, saya belajar banyak dari chilla yang pertama ini, bahwa tujuan kita hidup di dunia ini hanya untuk Allah, dan yang lain sekunder saja. Allah ciptakan kehidupan dan kematian hanyalah untuk menguji manusia, siapa diantara mereka yang paling baik amalnya, siapa diantara mereka yang bisa terus mengingat Allah dalam susah maupun senang.
Allah sudah tunjukkan pada manusia tentang jalan hidayah dan jalan kesesatan, sedang manusia sudah dibekali akal dan hati untuk memikir dan menimbang semua kejadian.
Jika ia pilih jalan hidayah, ia akan sentosa selamanya. Mungkin di dunia sengsara, jika ia mampu bersabar ia akan sentosa di akhirat yang abadi.
Namun, jika ia pilih jalan kesesatan, ia akan sengsara selamanya. Mungkin ia akan sentosa di dunia, tetapi 100 % ia takkan kebagian apa2 di akhirat yang abadi.
Saya selesai Chilla yang pertama di distrik Bijapur State Karnataka, banyak pengalaman jasadi maupun rohani yang dapat saya ambil. Mein Tora2 Urdu Janta Hun, itu pertama. Bahasa Inggris mulai sering praktek setelah dulu jarang digunakan. Mulai bisa menikmati Dzikrullah, menghayati kebesaran Allah, dan banyak yang lain yang saya rasa, 'rasa' itu hanya bisa dipahami bagi yang pernah merasakan (tak bisa dituliskan lewat tulisan). Dan semoga saya bisa beristiqamah dalam keadaan yang seperti ini, serta mengajak para pembaca untuk bisa merasakannya juga nanti.
Saya mendapati aura juhd dakwah di markaz India ini lain dengan yang saya rasakan di Indo (disini saya selalu mengamati apa yang disampaikan para masyayikh pada bayan). Bahwa maksud hidup kita yang sebenarnya adalah (ridla) Allah. Tugas kita hidup di dunia ini adalah untuk ibadah kepada Allah dan senantiasa mengingatinya di setiap masa dan keadaan, dengan mengikuti sunnah baginda Nabi SAW, itu tujuan kita hidup di dunia. Sedang dakwah sendiri adalah rangkaian juhd yang dimana dengan itu kita bisa semakin yakin dengan Allah, juga dengan dakwah berarti kita telah mengenalkan Allah dan Rasulnya pada orang2 yang belum mengenalnya, dimana hanya ridla Allah dan Rasulnya yang kita harapkan. Dakwah bukan untuk dakwah itu sendiri. Tetapi dakwah untuk Allah. Wallahu A'lam. Semoga Allah beri saya kepahaman.
Saya tadi malam apply visa untuk Bangladesh, dan saya akan berangkat kesana melalui darat lagi. Visa pakistan masih susah, saya sudah tanya bagian ticketing tentang info pakistan, dia bilang jika saya ada niat kesana dia sarankan untuk dilupakan saja dulu, daripada buang2 waktu. Jadi bismillah saya ke Bangladesh dulu. Visa India habis tanggal 22 Maret 2008, artinya pada tanggal tersebut kemungkinan besar saya sudah pindah ke Bangladesh.
Ini dulu yang bisa saya sampaikan.
====================
Ini saya tuliskan cuplikan2 bayan masyayikh yang saya dengar dari markaz sini..
Point2 nya saja ..
*
Jalan Hidayah itu perlu pengorbanan.. walladzina Jaahadu finaa.. dst. Orang2 munafik mereka hanya mau enaknya saja dalam beragama. Kalau ditimpa kesenangan mereka bersyukur, tetapi jika ditimpa musibah mereka mengumpat Allah.
*
Tujuan kita khuruj : Sejauh mana akhak Nabi SAW bisa merasuk ke dalam hati kita.
Dan yang kita niatkan dalam khuruj adalah :
1. Ishlah Iman kita sendiri (penting)
2. Mengajak orang lain untuk mengishlah iman mereka.
*
Kita harus paham tentang juhud, bukanlah maksud dari juhud itu untuk
meninggalkan keluarga,
meninggalkan asbab (kerja dunia),
bukan pula agar semua manusia di dunia ini ikut khuruj 40 hari 4 bulan.
Tetapi juhud itu hanya untuk ridla Allah
dan khuruj hanya sebagai ajang latihan.
*
Shalat itu seperti jendela dalam rumah. Ia memasukkan sianar matahari yang menyehatkan dan angin yang segar ke dalam, dan mengeluarkan asap dapur maupun udara kotor keluar.
*
Pentingnya ta'lim rumah, Sebab islamnya umar adalah karena ta'lim rumah.
*
Taqarrub ilallah adalah menggunakan saat2 yang umum manusia itu lalai untuk kita gunakan untuk taat kepada Allah
*
5 Amal Maqami bukanlah keseluruhan agama, tetapi merupakan usaha persiapan agar masyarakat siap untuk menerima agama secara keseluruhan.
*
Kita adalah hamba Allah selama 24 jam. Maka selama 24 jam pula kita taat kepada Allah dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW.
*
Chilla itu sebenarnya bukan 40 hari masa habisnya khuruj, tetapi 40 hari kita berhasil ikut takbiratul ihram bersama imam.
*
Jika amal kita baik, semua keadaan di dunia ini akan baik, begitu juga sebaliknya. Tetapi kita jangan saling menuduh bahwa turunnya musibah di suatu tempat itu karena masyarakatnya banyak maksiat dan kurang amal. Kita instropeksi diri kita masing2.
*
Kita harus siap kerjakan perintah Allah, dan keadaan yang kita adaptasikan. Bukan perintah Allah yang diadaptasikan pada keadaan.
*
Hampir semua keimanan dalam Islam adalah Iman pada yang ghaib, Ex: Allah, Malaikat, Surga Neraka, Qiyamat, etc. Jika tak mempercayainya atau me rasionalisasi kan berarti kita beragama dengan berpedoman pada akal dan khayalan kita sendiri.
*
Di Alam kubur hanya amal kita yang bercakap, bukan ilmu yang kita miliki. Ph.d dalam fak ilmu2 islam pun tak bisa menjamin keselamatannya kelak.
*
Harta, anak, dan semua asbab yang ada di dunia ini hanyalah cobaan bagi kita dan kelak takkan berguna (jika tidak kita gunakan untuk amal akhirat). Sebenarnya hanya amal sajalah yang berguna bagi kita.
*
Sunnah adalah syiar Allah, dan siapa yang mengagungkan syiar Allah berarti ia memiliki tanda ketakwaan.
====================
NB:
Kalau ada kabar apa2 kirim aja lewat email...
Wassalam,
02 February 2008
(Tasykil Naamah bag. 1)
SURAT UNTUK MAS DIDI
Dingin menggigil. Air 80* Celcius tak terasa di tangan. Saya
sekarang di Nizamuddin. Markaz dakwah internasional ini ternyata
sangat sederhana, tidak seperti yang saya bayangkan.
Saya berangkat dari Bangladesh menuju India menggunakan transport
darat. Dhaka - Bonapole (perbatasan) menggunakan bis selama 7 jam.
Bonapole - Calcutta naik bis juga selama 4 jam. Itikaf dulu di
markaz Calcutta India sehari, kemudian esok paginya berangkat ke
Nizamuddin New Delhi menggunakan kereta api (sleeping car) selama 27
jam. Saya bersama seorang senegal, 2 libanon, 4 yaman. Alhamdulillah
perjalanan lancar meski otang otong barang sana sini terus.
Saya sudah masuk tasykil jamaah selama 40 hari di India, satu
rombongan sama pak MS dari SN yag sedang khuruj 4 bulan.
saat ini saya masih bingung, apakah ambil visa Pakistan disini atau
dari Bangladesh. saya akan istisyar dan istikharah.
Salam,
SURAT UNTUK MAS DIDI
Dingin menggigil. Air 80* Celcius tak terasa di tangan. Saya
sekarang di Nizamuddin. Markaz dakwah internasional ini ternyata
sangat sederhana, tidak seperti yang saya bayangkan.
Saya berangkat dari Bangladesh menuju India menggunakan transport
darat. Dhaka - Bonapole (perbatasan) menggunakan bis selama 7 jam.
Bonapole - Calcutta naik bis juga selama 4 jam. Itikaf dulu di
markaz Calcutta India sehari, kemudian esok paginya berangkat ke
Nizamuddin New Delhi menggunakan kereta api (sleeping car) selama 27
jam. Saya bersama seorang senegal, 2 libanon, 4 yaman. Alhamdulillah
perjalanan lancar meski otang otong barang sana sini terus.
Saya sudah masuk tasykil jamaah selama 40 hari di India, satu
rombongan sama pak MS dari SN yag sedang khuruj 4 bulan.
saat ini saya masih bingung, apakah ambil visa Pakistan disini atau
dari Bangladesh. saya akan istisyar dan istikharah.
Salam,
03 December 2007
MAMPUKAH KAU BICARA TENTANG KEARIFAN ?
Di Tanjung Halang, di sebuah teras yang dikelililingi kebun hijau, kami bertiga duduk bersama, menikmati senja yang terkucuri hujan. Hijau dan indah. Momen seperti itu memang asyik untuk diisi dengan bualan tentang kearifan. Apalagi kepala kami bertiga diselubungi peci putih bersih bak orang yang baru pulang dari haji.
Namun, tiba-tiba saja mulut ini tak berani memulai pembicaraan tentang kearifan. Pikiran pun mendesak desuk, Hai! kearifan mudah dilafalkan di situasi yang indah seperti ini, tetapi mampukah kamu membicarakannya di situasi yang puruk? Akhirnya kuurungkan niat.
Dua hari kemudian, di stasiun kota jalur Jabotabek, kami naik kereta ekonomi menuju Bojong Gede. Benar-benar tak disangka, ternyata ada yang melebihi parahnya 80 coret di Mesir. Ratusan tubuh saling mendempet tanpa memberi kesempatan kaki dan badan untuk bergerak. Beberapa kali kami terdorong kesana kemari dan lebih naif lagi terjatuh hampir terinjak. Mirip miniaturnya kiamat mungkin: Yauma yakuunun naasu kal faraasyil mabtsuuts. Pakaian basah kuyup oleh keringat saking penuh dan pengapnya gerbong. Emosi hampir saja meledak kalau saja yang guide kami bukan orang yang tawadlu' dan ikhlas, entah apa jadinya. Akhirnya dengan terpaksa kami turun 2 stasiun sebelum tujuan. Ingin sekali memuntahkan emosi, tetapi sebisanya kuredam untuk menjaga hubungan. Emosi pun kubuang lewat 3 tepukan tangan di kerumunan penumpang kereta.
Begitu beratnya berbicara tentang kearifan. Betapa bodohnya aku jikalau pada rintik senja itu aku jadi mengabarkan tentang kearifan namun pada derasnya keringat di gerbong aku justru mengobarkan kemuakan....
Bogor - Jakarta
Di Tanjung Halang, di sebuah teras yang dikelililingi kebun hijau, kami bertiga duduk bersama, menikmati senja yang terkucuri hujan. Hijau dan indah. Momen seperti itu memang asyik untuk diisi dengan bualan tentang kearifan. Apalagi kepala kami bertiga diselubungi peci putih bersih bak orang yang baru pulang dari haji.
Namun, tiba-tiba saja mulut ini tak berani memulai pembicaraan tentang kearifan. Pikiran pun mendesak desuk, Hai! kearifan mudah dilafalkan di situasi yang indah seperti ini, tetapi mampukah kamu membicarakannya di situasi yang puruk? Akhirnya kuurungkan niat.
Dua hari kemudian, di stasiun kota jalur Jabotabek, kami naik kereta ekonomi menuju Bojong Gede. Benar-benar tak disangka, ternyata ada yang melebihi parahnya 80 coret di Mesir. Ratusan tubuh saling mendempet tanpa memberi kesempatan kaki dan badan untuk bergerak. Beberapa kali kami terdorong kesana kemari dan lebih naif lagi terjatuh hampir terinjak. Mirip miniaturnya kiamat mungkin: Yauma yakuunun naasu kal faraasyil mabtsuuts. Pakaian basah kuyup oleh keringat saking penuh dan pengapnya gerbong. Emosi hampir saja meledak kalau saja yang guide kami bukan orang yang tawadlu' dan ikhlas, entah apa jadinya. Akhirnya dengan terpaksa kami turun 2 stasiun sebelum tujuan. Ingin sekali memuntahkan emosi, tetapi sebisanya kuredam untuk menjaga hubungan. Emosi pun kubuang lewat 3 tepukan tangan di kerumunan penumpang kereta.
Begitu beratnya berbicara tentang kearifan. Betapa bodohnya aku jikalau pada rintik senja itu aku jadi mengabarkan tentang kearifan namun pada derasnya keringat di gerbong aku justru mengobarkan kemuakan....
Bogor - Jakarta
27 November 2007
#2
Baru saja aku kehilangan seseorang yang 'baru kukenal' sebelum pertemuan, padahal yang kuinginkan melanjutkan ikatan. Tiba-tiba aku dikagetkan lagi oleh seseorang sudah lama kukenal, dia harus pergi tepat di hari kudatang, alasan politik katanya, padahal yang kuinginkan kami bisa tertawa dulu bersama, berbagi cerita. Ah.. kenyataan ini seperti mimpi saja.
Sebentar.... sebentar........... sudah berapa lama aku menggigau?
Baru saja aku kehilangan seseorang yang 'baru kukenal' sebelum pertemuan, padahal yang kuinginkan melanjutkan ikatan. Tiba-tiba aku dikagetkan lagi oleh seseorang sudah lama kukenal, dia harus pergi tepat di hari kudatang, alasan politik katanya, padahal yang kuinginkan kami bisa tertawa dulu bersama, berbagi cerita. Ah.. kenyataan ini seperti mimpi saja.
Sebentar.... sebentar........... sudah berapa lama aku menggigau?
16 November 2007
TERLAMPAU
kau terlampau
jatuh terpukau
oleh silau
sebab
silau memukau
jatuh kau
terlampau
terpukaulah kau
terlampau silau
mengkilau
jatuh
jatuh
jatuh
waduh
mati aku !
kau terlampau
jatuh terpukau
oleh silau
sebab
silau memukau
jatuh kau
terlampau
terpukaulah kau
terlampau silau
mengkilau
jatuh
jatuh
jatuh
waduh
mati aku !
12 October 2007
MAAFKU PADA SEMUA
.
..
...
.....
berbuat kesalahan
mohon maaf
berbuat kesalahan
mohon maaf
berbuat kesalahan
mohon maaf
berbuat kesalahan
mohon maaf
berbuat kesalahan
mohon maaf
berbuat kesalahan
mohon maaf
.....
...
..
.
Duh Gusti, jadikan titik akhirku nanti pada pintu maaf-Mu
sebagaimana kau jadikan titik awalku pada ke-fitrah-an
Maafku pada-Mu
Maafku pada sekian tara makhluk-Mu
Duh Gusti, beri aku cahaya!
jalan ini semakin menggelap
dan lilin yang kubawa semakin meleleh
mata ini sudah lelah menerka jalan
Cahaya-Mu, wahai Cahaya diatas cahaya!
.
..
...
.....
berbuat kesalahan
mohon maaf
berbuat kesalahan
mohon maaf
berbuat kesalahan
mohon maaf
berbuat kesalahan
mohon maaf
berbuat kesalahan
mohon maaf
berbuat kesalahan
mohon maaf
.....
...
..
.
Duh Gusti, jadikan titik akhirku nanti pada pintu maaf-Mu
sebagaimana kau jadikan titik awalku pada ke-fitrah-an
Maafku pada-Mu
Maafku pada sekian tara makhluk-Mu
Duh Gusti, beri aku cahaya!
jalan ini semakin menggelap
dan lilin yang kubawa semakin meleleh
mata ini sudah lelah menerka jalan
Cahaya-Mu, wahai Cahaya diatas cahaya!
