10 April 2009

Kagem Gusti Pangeran lan Kanjeng Nabi SAW

kanthi muncrate getih patheng ndeleweran...

02 August 2008

APA BEDANYA BESAR DAN KECIL ...

Amal pertama yang akan dihisab oleh Allah nanti adalah perkara shalat. Jika shalatnya baik, seluruh amalnya baik. Jika shalatnya buruk, seluruh amalnya buruk.
Rasulullah jika jika ditimpa suatu masalah, ia langsung bergegas untuk shalat.
Dan akhir hayatnya, ia berwasiat untuk umatnya agar menjaga shalat.
Imam Ahmad bin Hanbal setiap hari shalat 300 rakaat, dan saat terkena fitnah khalqul Quran dan ia diazab, namun ia tetap bisa menjaga 150 rakaat setiap hari.
Rasulullah Saw. bersabda; penyejuk mataku di dalam shalat.
Lain waktu beliau bersabda; Shalat adalah mi'rajnya orang beriman.
Allah turunkan perintah shalat di langitnya Allah swt. dan tanpa perantaraan Jibril. Tak seperti perintah2 yang lain.
Shalat adalah perkara besar. Wa ladzikrullahi akbar. Namun perkara besar ini terkadang menjadi tersudutkan.
Sudah berapa lama kita memper'besar' yang kecil dan memper'kecil' yang besar...

Wa tammim taqshiranaa yaa Rabb..

Sri Petaling - KL

26 July 2008

SAHABATKU SEPERTI BINTANG.... (KATA NABI)

Seyyidpur, salah satu kota yang didatangi oleh Syeikh Seyyid al-Yamani di Jogonatpur wilayah Sunamgonj. Kebanyakan muslim disitu mengaku bahwa mereka keturunan Yaman, meski wajahnya corak Benggali. Cuaca lebih mirip Bogor yang selalu diselimuti hujan, kotanya pun hijau. Banyak kolam2 buatan yang biasa dibuat mandi bersama. Pegunungan Himalaya pun samar2 nampak disini.

Kami berziarah ke madrasah2 di wilayah itu. Tanah Hindustan memang banyak dihiasi madrasa2 yang mengkaji Sihhah Sittah (daurah hadits) yang sudah mulai banyak ditinggalkan universitas2 Islam di Arab maupun selain arab. Dan terlihat santri maupun alumni madrasa (biasa disebut dengan maulana), mereka terbiasa dengan mengamalkan amalan sunnah, dari tingkah laku, cara makan, pakaian, hatta dari segi gaya rambut pun mereka ikut gaya Rasul yang dirujuk dari kitab2 hadits semacam Syamail Tirmidzi, dsb. Hal ini juga yang sudah mulai ditinggalkan oleh universitas2 Islam di dunia yang mulai ikut gaya barat. Tsawabit wal Mutaghayyirat kah ? Allahu A'la wa A'lam.

Memang, perlu lagi untuk menengok kehidupan Rasul SAW dan para sahabat. Saat ini madrasa, universitas Islam, masjid , bahkan jumlah muslim pun jauh lebih banyak ketimbang masa Rasul Sahabat. Secara ekonomi pun saat ini umat Islam lebih mapan dibanding era Rasul & sahabat. Rasul terkadang 3 hari tak dapat makanan di rumahnya. Abu Hurairah pernah terjatuh karena kelaparan hingga dianggap sudah gila. Tapi realita, justru dibalik segala kwantitas dan kemajuan teknologi, ekonomi saat ini, umat Islam malah terpuruk. Lalu apa masalahnya?

Fas'aluu ahladz dzikri in kumtum la ta'lamuun....

27 June 2008

JANGAN SALAHKAN AKU JIKA ADA YANG LAIN DI HATIKU KINI

Tak ada yang lebih nikmat dari bisa dekat dengan Allah, menyenangkan Allah, dan bekerja untuk Allah.
Firman Gusti: " Jika kalian mendekatiku dengan berjalan, Aku akan mendekatimu dengan berlari "
Kenapa kita masih cari yang lain ... ?

14 March 2008

SEJENAK BERPIKIR

Sudah hampir 2 bulan saya di India, 32 hari diantaranya saya dan rombongan kami habiskan di Bijapur State Karnataka. Kami belajar kembali mengenal Allah dan kehidupan Rasul-Nya, juga belajar berkeliling mengenalkannya pada orang2 yang belum tahu atau lalai.
India tak seperti di film2 Bollywood. Keadaan mayoritas penduduk negeri ini miskin. Betapa khayalan manusia terlalu tinggi terhadap kemewahan dan keglamouran, tetapi tetap saja khayalan orang2 Bollywood hanya terkurung di kotak televisi yang segitu saja. Begitu juga angan2 kita, 2 tahun mendatang, 3 tahun atau 20 tahun mendatang, tetap saja akan terbatasi oleh umur yang hanya 60 atau 70 tahun, atau bahkan besok pagi Wallahu A'lam.
Wahai kawan, aku ajak kalian untuk sedikit maju ke depan, atau bagimu 'mundur ke belakang?'. Aku ajak kalian untuk maju ke masa Rasul dan para sahabat dalam mencontoh bersikap hidup. Bukan pada masa Al-Ma'mun, Ibnu Sina ataupun Ibnu Rusyd meski pada masa itu ilmu pengetahuan sedang pada puncaknya. Bukankah sebaik2 abad adalah masa Rasul dan sahabat? Dan Imam Malik berkata; Umat ini takkan bisa kembali baik kecuali dengan apa yang telah dimulai pendahulunya. Coba pikirkan !

Karnataka - New Delhi.

03 December 2007

MAMPUKAH KAU BICARA TENTANG KEARIFAN ?

Di Tanjung Halang, di sebuah teras yang dikelililingi kebun hijau, kami bertiga duduk bersama, menikmati senja yang terkucuri hujan. Hijau dan indah. Momen seperti itu memang asyik untuk diisi dengan bualan tentang kearifan. Apalagi kepala kami bertiga diselubungi peci putih bersih bak orang yang baru pulang dari haji.

Namun, tiba-tiba saja mulut ini tak berani memulai pembicaraan tentang kearifan. Pikiran pun mendesak desuk, Hai! kearifan mudah dilafalkan di situasi yang indah seperti ini, tetapi mampukah kamu membicarakannya di situasi yang puruk? Akhirnya kuurungkan niat.

Dua hari kemudian, di stasiun kota jalur Jabotabek, kami naik kereta ekonomi menuju Bojong Gede. Benar-benar tak disangka, ternyata ada yang melebihi parahnya 80 coret di Mesir. Ratusan tubuh saling mendempet tanpa memberi kesempatan kaki dan badan untuk bergerak. Beberapa kali kami terdorong kesana kemari dan lebih naif lagi terjatuh hampir terinjak. Mirip miniaturnya kiamat mungkin: Yauma yakuunun naasu kal faraasyil mabtsuuts. Pakaian basah kuyup oleh keringat saking penuh dan pengapnya gerbong. Emosi hampir saja meledak kalau saja yang guide kami bukan orang yang tawadlu' dan ikhlas, entah apa jadinya. Akhirnya dengan terpaksa kami turun 2 stasiun sebelum tujuan. Ingin sekali memuntahkan emosi, tetapi sebisanya kuredam untuk menjaga hubungan. Emosi pun kubuang lewat 3 tepukan tangan di kerumunan penumpang kereta.

Begitu beratnya berbicara tentang kearifan. Betapa bodohnya aku jikalau pada rintik senja itu aku jadi mengabarkan tentang kearifan namun pada derasnya keringat di gerbong aku justru mengobarkan kemuakan....

Bogor - Jakarta

27 November 2007

#2

Baru saja aku kehilangan seseorang yang 'baru kukenal' sebelum pertemuan, padahal yang kuinginkan melanjutkan ikatan. Tiba-tiba aku dikagetkan lagi oleh seseorang sudah lama kukenal, dia harus pergi tepat di hari kudatang, alasan politik katanya, padahal yang kuinginkan kami bisa tertawa dulu bersama, berbagi cerita. Ah.. kenyataan ini seperti mimpi saja.
Sebentar.... sebentar........... sudah berapa lama aku menggigau?

16 November 2007

TERLAMPAU

kau terlampau
jatuh terpukau
oleh silau
sebab
silau memukau
jatuh kau
terlampau

terpukaulah kau
terlampau silau
mengkilau
jatuh
jatuh
jatuh

waduh
mati aku !

12 October 2007

MAAFKU PADA SEMUA

.
..
...
.....
berbuat kesalahan
mohon maaf
berbuat kesalahan
mohon maaf
berbuat kesalahan
mohon maaf
berbuat kesalahan
mohon maaf
berbuat kesalahan
mohon maaf
berbuat kesalahan
mohon maaf
.....
...
..
.

Duh Gusti, jadikan titik akhirku nanti pada pintu maaf-Mu
sebagaimana kau jadikan titik awalku pada ke-fitrah-an
Maafku pada-Mu
Maafku pada sekian tara makhluk-Mu

Duh Gusti, beri aku cahaya!
jalan ini semakin menggelap
dan lilin yang kubawa semakin meleleh
mata ini sudah lelah menerka jalan
Cahaya-Mu, wahai Cahaya diatas cahaya!

11 October 2007

BERBAGI TIPS
(buat mahasiswa al-Azhar tingkat akhir, khususnya fak. Ushuluddin)

Urusan administrasi di al-Azhar (mesir keseluruhan) terkenal berbelit-belit. Oleh karena itu lewat tulisan ini saya akan sedikit berbagi tentang tips dan tahap-tahap yang harus dilalui seorang mahasiswa tingkat akhir al-Azhar yang baru lulus S-1, khususnya buat mahasiswa fakultas Ushuluddin. Semoga dengan adanya tulisan ini kita tidak lagi sebel dengan jurus cuek dan pingpongannya pegawai Mesir. Semoga bermanfaat.

Syahadah Muaqqatah (Ijazah Sementara)
tempat : Syuun Khirrijin (Ust. Thaha atau Ust. Ibrahim)

1. Minta formulir dengan menyerahkan nota pendaftaran pertama kali masuk Azhar (ishal)
2. Isi formulir
3. Serahkan kembali bersama ;
  • photo 4x6
  • thabi' 25 LE (bagi yang dapat minhah azhar bisa gratis dengan menunjukkan itsbat minhah)
  • dhamghah 1 LE
-- tunggu 1 minggu --

4. Ambil syahadah muaqatah (biasa minta halawah)
5. Di photocopy 2 (1 buat arsip syuun, 1 buat sahb awraq)


Sahb Awraq (Ambil Berkas)
tempat : Syuun Khirrijin

1. Minta ke Ust. Ibrahim sambil menyerahkan photocopy syahadah muaqqatah
2. Jika berkas sudah diserahkan, check ulang apakah semua berkas komplit
3. Photocopy semua berkas dan serahkan (photocopyannya) ke Ust. Ibrahim (kadang juga minta halawah)


Kasyf Taqdirat (Transkip Nilai)
tempat : Syuun Khirrijin

1. Minta formulir ke Ust. Thaha dg menunjukkan syahadah muaqqatah
2. Isi formulir dan serahkan

-- tunggu 1 minggu --

3. Lapor ke Ust. Ibrahim untuk ambil kasyf taqdirat
4. Menyerahkan thabi' 75 LE (penerima minhah Azhar cuma 50 LE)
5. Menyerahkan damghah 1 LE
6. Thabi' dan damghah ditempelkan oleh Ust. Thaha lalu baru diserahkan (biasanya minta halawah)

Thalab Isti'jal Syahadah Ashliyah (Permohonan Percepatan Ijazah Asli)
tempat : Maktab Idarah Ta'lim Jamiah al-Azhar Madina Nasr (Daur Tsani) & maktab amin khazinah Jamiah al-Azhar Darrasa (bawah tanah)

1. Minta formulir ke Ust. Musthafa (Madina Nasr) untuk thalab isti'jal
2. Isi dan serahkan (cek lagi nama anda dan nama orangtua)

-- tunggu 1 minggu --

3. Cek ke maktab amin khazinah (bawah tanah) di al-Azhar Darrasah
4. Jika syahadah ashliyah sudah turun disitu, ambil dengan membayar 18,75 LE (plus halawah)
5. Ucapkan alhamdulilah (80% proses sudah berjalan jika ijazah asli sudah di tangan)

to be continued...........

Tawtsiq I (syahadah ashliyah dan kasyf taqdirat)
tempat: Kulliyah Thibb

1. Beli thabi' buat syahadah ashliyah & kasyf taqdirat @40 LE di lantai dasar bagian khazinah dan thawabi'.

2. Tanda tangan/coretan pegawai semua bertempat di lantai 3 (daur tsani):

Peringatan: [semua rute dibawah ini dengan asumsi kita sudah sampai di daur tsani, disitu ada 2 gang ruangan, KANAN dan KIRI]

a) Ust.Syahatah (buat yang ushul), kita minta tanda tangan/coretan.
Bertempat di: belok gang KANAN, lihat kiri, ruang pertama.

b) Ust. Fulan, kita minta tanda tangan/coretan.
Bertempat di: belok gang KANAN, lihat kanan, ruang pertama (depan ruangnya Ust. Syahatah yang tadi).

c) Ust. Izz, kita minta coretan sanawat naql.
Bertempat di: belok gang KIRI, ada belokan lagi ke KIRI, lihat kiri, ruang ketiga.

d) Kembali ke ust. Fulan (b), minta coretan.

e) Ust. Adil, kita minta stempel.
Bertempat di: belok gang KIRI, ada belokan lagi ke KIRI, lihat kanan, ruang keenam (maktab mudir).

Selesai..

Tawtsiq II (syahadah ashliyah dan kasyf taqdirat)
tempat: Kantor kharijiyah dekat madinah buuts

Antri saja di loket, lalu serahkan syahadah ashliyah dan kasyf taqdirat @ 11 LE.

Selesai

Setelah tahap-tahap diatas sudah kita tempuh, yang tersisa tinggal terjemah syahadah ashliyah dan kasyf taqdirat lalu dilegalisir di konsuler KBRI Madina Nasr. Diterjemahkan ke bahasa Indonesia dan inggris (sesuai kebutuhan) lalu di print dan photocopy untuk dilegalisir (jumlah sesuai kebutuhan).

Demikian tips-tips ini saya tulis. Semoga bisa banyak membantu kawan-kawan yang stress dicuekin atau di pingpong oleh pegawai Mesir. Wallahul Muwaffiq.

END

23 September 2007

مطروح

طرحت فضولية ما وعبئا ما
على شاطئ ’مطروح’ قبل اسابع ...
وها أنا الآن عدت في ’القاهرة’
لأقهر معها شجنا ما
أو مرحا ما أو شيئا ما
إلى وقت ما..
يوم تكون الهزيمة مقهورة علينا
ولم نعد قاهرون عليها..
فأرحل ثانية لطرحها إلى شاطئ ما
أو جبل ما أو فضاء ما..
مطروح .. مطروح ..
مكروه .. مجروح ..

10 August 2007

سيكولوجية الحياة

عقد من العمر لا يضمن قدرة الحل على كل مشكلة الحياة .. و لا عجب في ذالك.
و إنما العجب كل العجب .. إن كنا لم نفهم سيكولوجية الحياة بعد مرور هذا العقد.
فاسألوا يا ترى كم مرت بنا السنين ؟

15 July 2007

يا أبت!

يا أبت .. لما ترحل بينما كنت عنك بعيدا
والكتاب المحبوب عندك
ما زال بين رفاف دولابي مستلقيا
أ لست تحب أن تقرأه

حسنا ..
لو كان حبيب حبيبك
يريد أن يراك استعجالا
فاذهب هنيا و سلاما

و هذا الكتاب الذي اعددته لك
سأخزنه في الرفاف و احفظه
إلى أن حان يوم فيه ميسور
أسلمه لك و تقول استلمت

فابتسم يا أبت.. و نحن هنا نبتسم
نرضى بالقدر ومن أي قدر الله نفر؟


14 July 2007

Ramanda, saya masih teringat, sewaktu saya pernah mengeluhkan permasalahanku kepadamu. Kau tersenyum, dan hanya menjawab, "Anak karkun harus tegar... tahan banting!". Jawabanmu itu kini lebih menyemaikan makna, dan cukup memberi ketenangan pada situasi yang sangat buruk bagi kami. Semoga engkau bisa tersenyum disana.

Ma'assalamah...

Salam,
Ananda

hanya untuk memori:
[wafat pada hari Rabu 12 Juli 2007 pukul 13.00]
[dimakamkan pada hari Kamis 13 Juli 07 pukul 10.00]
(allahumma naqqihi minal khataya kama yunaqqats tsaubul abyadu minaddanas..)

07 July 2007

Disini kami kehilangan salah seorang dari jamaah surau yang aktif, bahkan sangat aktif. Ammu Ahmad, begitulah namanya, saya baru tahu namanya saat Ummu Walid memberitahu. Badannya tegap, paruh baya, suaranya mantap, dan ia gunakan kelebihannya tersebut untuk kepentingan surau kecil bawah rumah kami, yaitu sebagai muadzin. Biasanya ia datang ke surau sebelum waktu azan tiba, lalu ketika terdengar suara azan bersahut-sahutan di cakrawala, ia memulai tugasnya, mengajak para hamba Allah untuk menunaikan shalat (hayya alash shalah), dan mengajak pada kejayaan (hayya alal falah).

Berminggu-minggu, berbulan-bulan, mungkin sudah genap setahun, ia tak kenal lelah untuk menunaikan tugasnya. Tanpa imbalan sesenpun, bahkan ia sendiri yang memohon kepada Pakcik Hussein (pemilik surau) untuk bisa mengumandangkan azan. Saya juga baru tahu dari Ummu Walid (istri Pakcik Hussein) kalau dia yang memohon untuk azan, saat saya dan seorang kawan dipanggil ke rumahnya. "Janna.. Janna ..," begitu ujar Ummu Walid. "Barangkali Ahmad sudah merasa bahwa ia akan pergi, oleh karena itu dia meminta kunci surau pada Pakcik Hussein setahun yang lalu untuk bisa mengajak orang lain pada kebaikan lewat kumandang azan," lanjutnya.

Ya.. Sejak kemarin kami sudah tak melihat Ammu Ahmad lagi untuk selamanya. Yang kami lihat saat ini hanya sisa bayang-bayangnya yang tertempel di pintu surau, di depan mikrophon, dan di sela-sela shaf pertama. Cakrawala telah menjadi saksi atas keikhlasannya. Allahummaghfir lahu warhamhu.

Ia bukan seorang Lc dari Al-Azhar, apalagi MA atau DR. Ia tak kenal Jam'ul Jawami'nya As-Subki, ia tak tahu Isra'iliyat dalam tafsir, apalagi hermeunitika. Ia hanya tukang potong ayam biasa, tapi ia tahu jalan, lalu ia tak kenal lelah menempuh jalannya. Dan tepat kemarin.. ia telah sampai. Andai saja ia tahu bahwa kami sekarang saling 'melempar' kunci surau.